Posts

Showing posts from August, 2018

Karena Amigdala

Dalam satu pekan terakhir saya berkesempatan kembali menikmati lagu-lagu, setelah kebiasaan itu sudah tidak pernah saya lakukan meski sedang dalam masa liburan. Sambil membereskan rumah, membaca buku, selalu ada lagu yang menemani saya. Ibaratnya setiap aktivitas yang saya lakukan selalu punya soundtracknya sendiri. Dari banyaknya lagu yang saya dengar, Amigdala dari debut singlenya yang berjudul Ku Kira Kau Rumah begitu mengusik pikiran dan hati saya. Betapa saya memahami apa yang ingin disampaikan oleh sang penyanyi, setidaknya ini menurut versi saya sendiri.  Maka lahirlah sebuah kalimat-kalimat pendek, sesuai dengan isi lagu band baru indie itu. Tentunya tidak terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Tunggu dulu...siapa sebenarnya masa lalu itu? Jangan, jangan dibahas lebih lagi, mari baca dulu sebentar puisi dadakan ini. Kau dan ketidakhadiranmu adalah puisi yang tidak pernah usai Kakimu adalah sungai yang kutelurusi  namun tak kunjung menemukan muaranya ...

Menghargai Kebersamaan

"Aku bersyukur kepada Tuhan setiap kali aku mengingat kamu" Sore ini seorang sahabat harus kembali ke Semarang, pergi meninggalkan Jakarta dan orang-orang di dalamnya serta pulang kepada teman-teman satu perjuangan almamater yang juga tidak sabar menunggu kedatangannya. Perihal datang dan pergi bukan pengalaman pertama bagi saya, tapi kenyataannya hal tersebut tidak menjadikan saya akrab dengan mereka. Ditinggalkan oleh sahabat meski untuk tujuan pendidikan selalu berhasil membuat saya terpojokan, merasa sendiri, kesepian dan tidak memiliki teman.  Ada rasa takut yang besar setiap kali saya mengetahui jadwal keberangkatan mereka. Lalu, bagaimana saya melalui itu semua? Bagaimana melunakan setiap pikiran-pikiran yang kerap kali diakhiri dengan tangisan? Saya adalah orang yang senang mengabadikan, baik melalui foto, tulisan dan tentunya merekam dalam ingatan. Yang saya lakukan ialah mencoba menghargai setiap pertemuan yang ada, menghabiskan waktu bersenggama dengan mereka...