Karena Amigdala
Dalam satu pekan terakhir saya berkesempatan kembali menikmati lagu-lagu, setelah kebiasaan itu sudah tidak pernah saya lakukan meski sedang dalam masa liburan. Sambil membereskan rumah, membaca buku, selalu ada lagu yang menemani saya. Ibaratnya setiap aktivitas yang saya lakukan selalu punya soundtracknya sendiri. Dari banyaknya lagu yang saya dengar, Amigdala dari debut singlenya yang berjudul Ku Kira Kau Rumah begitu mengusik pikiran dan hati saya. Betapa saya memahami apa yang ingin disampaikan oleh sang penyanyi, setidaknya ini menurut versi saya sendiri. Maka lahirlah sebuah kalimat-kalimat pendek, sesuai dengan isi lagu band baru indie itu. Tentunya tidak terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Tunggu dulu...siapa sebenarnya masa lalu itu? Jangan, jangan dibahas lebih lagi, mari baca dulu sebentar puisi dadakan ini. Kau dan ketidakhadiranmu adalah puisi yang tidak pernah usai Kakimu adalah sungai yang kutelurusi namun tak kunjung menemukan muaranya ...