Posts

Showing posts from October, 2018

Puisi Basi

Kau memberi daya pada apapun yang mulai menyala kau memberi arti, dari kehampaan yang sedang memenjara tapi pada saat yang sama kau juga yang menyemaikan luka pada rasa yang perlahan-lahan ada

Berguru pada sepi

Image
Bhumi Coffee Senin, 29 Oktober 2018 Pukul 20.19 Apa yang kaubayangkan ketika harus pergi sendirian? Sosok dirimu yang akan dicap tidak memiliki teman, mendapatkan ketenangan, atau justru menemukan bagian dirimu yang sebenarnya kesepian?   Awalnya saya adalah orang yang anti pergi sendiri. Tidak pernah terbesit dikepala untuk beli baju ke mall sendiri, makan di kantin kampus sendiri, menonton bioskop seorang diri, hingga duduk berjam-jam di kedai kopi tanpa orang lain yang menemani. Aneh sekali, memilih-milih pakaian, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya seorang diri, disaat orang lain justru pergi bersama teman supaya bisa berbincang dan saling memberi saran.    Bagaimana mungkin pergi ke rumah makan seorang diri ketika orang lain justru berlomba-lomba mengisi bangku supaya bisa bercanda gurai sambil menikmati hidangan? Ah ini lebih aneh lagi, kalau harus mengantre membeli tiket bioskop untuk satu orang saja, di saat kebanyakan orang justru memanfa...

Aku Kalah

Image
Cohere Diambil 22 July, pukul 15.15 Jika kau bertanya tentang apa saja perihal apa yang paling akan kujawab kau dan aku yang teramat kalah sebab hanya hatimu yang paling inginku menangkan

Bukan Lagi Aku

Aku adalah yang  paling perkasa di antara segala yang paling juara  di antara semua Aku lebih lihai bermain peran  daripada aktor-aktor layar kaca kalau cuma menjadi siapa saja aku adalah orang yang paling bisa Aku lebih pandai daripada pelayan jasa yang tiap harinya harus bersandiwara  kalau cuma senyum-senyum saja aku adalah pakar di atas segala maha Di antara para olahragawan  aku adalah yang paling mengagumkan kalau cuma menang dari lamanya bertahan menanggung beban aku adalah orang yang paling depan Aku lebih dulu menjelma menjadi manusia yang bertahan melakoni peran siapa pun menjadi apa pun asalkan bukan menjadi aku yang mulai menaruh dendam rasa dan tak menuntut kau menyambutnya Jika harus selalu gembira aku sudah lulus dari semua buktinya aku tidak kecewa hanya menjadi media dan kau anggap tak kesat mata Bebanmu tak seberapa dibandingkan diriku yang harus tampak biasa mendengar ...

Tidak ada judul.

Image
Bhumi Coffee Di ambil pukul sembilan malam. Beberapa dari kita seperti api, orang-orang membutuhkan mereka tetapi tidak pernah berpikir untuk mendekat, apalagi mendekapnya erat. Beberapa orang seperti garis-garis lurus yang kecil, kemudian perlahan-lahan menyatu, melengkung, berbelok, dan orang akan melihatnya sebagai simbol kasih sayang. Tapi aku melihat sesuatu, yang berada diantara garis-garis yang memagarinya. Yang kosong, yang berada dalam sorot matamu. Barangkali memang begitu kehidupan. Ada pagi dan ada malam. Hitam ada karena putih tercipta. Salah ada karena benar mendahuluinya. Cinta juga begitu adanya, menemukan setelah lebih dulu hilang. Menemukan setelah lebih dulu tersesat. Aku kehilangan kendali diriku sesaat setelah menemukanmu. Dan satu-satunya yang bisa menuntunku adalah kenyataan bahwa kau teramat angan. Kau bukan lautan namun teramat luas untuk kukenal. Kau juga bukan benteng namun terlalu sulit untuk digapai. Tatapanmu yang guram membawaku jau...