Posts

Showing posts from April, 2019

Kembali ke masa itu

ada yang berbeda dari dirimu sore ini kau, dan seluruh yang kau tampilkan matamu kehilangan suka yang ada hanya tatapan tak bermakna bibirmu tak lagi menyunggingkan lega rata, kehilangan lengkungannya desau suaramu tak lagi kukenal mirip ocehan ibuku yang lama-lama hilang di udara kalimatmu tidak lagi manis sekadar basa-basi tarikan napasmu kian berat meski langit belum berubah pekat ada yang hilang meski kau dan aku duduk berhadapan ada rayuan yang keburu kau tolak meski aku meronta kelelahan ada lengan yang semakin asing untuk kudekap meski aku meratap rapat ada perasaan yang harus kupaksakan menyerap bahwa aroma perpisahan mulai merayap menyesatkanku pada malam yang semakin senyap di suatu tempat antara keinginanku untuk bertahan dan dirimu yang segera ingin lepas kita berdua duduk dipayungi ego yang kian mengeras membisikkan angan-angan baik menjanjikan peluk di atas segala pelik meski kita tidak lagi berada pada satu titik kau ingat pada suatu masa...

draft 1

“Apakah wanita itu baru saja datang?” Aku menunjuk seseorang yang sedang duduk di sudut jendela . “Ya, tuan. Sekitar lima belas menit yang lalu, persis saat hujan mulai turun.” Aku menyerahkan selembar uang 100 ribu rupiah. “Apakah nona tersebut telah merebut tempat favoritmu?” Aku tersenyum dan menerima uang kembalian yang ia berikan. “Duduk lah di sampingnya, ia tidak pernah singgah terlalu lama.” Aku mengangguk mengikuti saran sang barista. Wanita itu tidak terganggu saat aku menggeser bangku yang dibuat rapat dengan meja. Aku mengeluarkan laptop hendak membaca jurnal saat namaku terdengar di udara. Kopiku telah siap. Aku hampir meletakkan cangkir yang kupegang dengan sempurna ketika wanita itu tiba-tiba saja berdiri dan menyenggol tanganku. “Maaf,” katanya. Dia segera mengeluarkan tisu dan memberikannya kepadaku. “Akan kuganti.” “Tidak perlu.” “Tapi bajumu jadi kotor dan kopimu tidak lagi utuh.” “Sungguh, tidak perlu. Aku bisa pergi ke toilet...