Kembali ke masa itu

ada yang berbeda dari dirimu sore ini
kau, dan seluruh yang kau tampilkan
matamu kehilangan suka
yang ada hanya tatapan tak bermakna

bibirmu tak lagi menyunggingkan lega
rata, kehilangan lengkungannya
desau suaramu tak lagi kukenal
mirip ocehan ibuku yang lama-lama hilang di udara

kalimatmu tidak lagi manis
sekadar basa-basi
tarikan napasmu kian berat
meski langit belum berubah pekat

ada yang hilang
meski kau dan aku duduk berhadapan
ada rayuan yang keburu kau tolak
meski aku meronta kelelahan
ada lengan yang semakin asing untuk kudekap
meski aku meratap rapat

ada perasaan yang harus kupaksakan menyerap
bahwa aroma perpisahan mulai merayap
menyesatkanku pada malam yang semakin senyap

di suatu tempat antara keinginanku untuk bertahan
dan dirimu yang segera ingin lepas
kita berdua duduk dipayungi ego yang kian mengeras
membisikkan angan-angan baik
menjanjikan peluk di atas segala pelik
meski kita tidak lagi berada pada satu titik

kau ingat pada suatu masa
pertama kita mulai saling percaya?
aku ingin kembali ke masa itu
ke waktu di mana tubuh kita dipisahkan oleh bangku-bangku kayu
ke waktu di mana ucapan kita tertahan malu-malu

sebelum kita saling menyelami
sebelum kita saling melukai.

Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup