Museum Layang-layang: tentang masa lalu
Beberapa waktu silam, saya pergi ke Museum Layang-layang bersama teman lama. Saya lupa sejak kapan memiliki keinginan mengunjungi tempat-tempat wisata di Jakarta. Sepertinya ini adalah hasil kejenuhan karena saya selalu berwisata ke kedai kopi saja. Saya dan teman saya memilih menggunakan transjakarta, karena dari halte terdekat hanya perlu berjalan sekitar lima ratus meter untuk sampai ke museum di jalan Haji Kamang, Jakarta Selatan. Museum ini dibuka setiap hari, kecuali hari libur nasional. Tiket dibuka dengan harga lima belas ribu per orang, dengan fasilitas menonton film dokumenter, melihat koleksi layang-layang yang dipandu oleh tour guide, serta mewarnai layang-layang. Sebenarnya masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan, seperti membuat keramik, membatik, melukis wayang, topeng, lampion, payung, kaos dan sebagainya. Hanya saja pengunjung akan dikenakan biaya tambahan, sesuai dengan kegiatan yang dipilih. Selesai membayar tiket, saya dan teman saya diajak oleh pemandu k...