Posts

Showing posts from March, 2020

Puisi kecil saat rindu

pada Jakarta yang lengang, gelisah tak lagi sesak nepas. ia tak perlu beradu dengan tukang sayur yang buru-buru ke pasar, ia tak perlu bergesekan dengan pekerja di kereta. nyanyian kesedihan menjajah, harapan merapah, barangkali rindu juga akan singgah, menyapamu nanti malam. Journey of Healing, Day 20 Jakarta, 23 Maret 2020.

Di sesapan terakhir

rindu lebih menyiksa ketika kau ada di depanku. rasanya sama persis seperti tenggorokanmu yang kering karena dipakai berlari. rasa-rasanya menandingi berenang tanpa sempat mengambil napas, padahal jarak masih panjang terbentang. sesak—aku tak mampu berteriak. ternyata, rindu lebih menggigil dari udara dingin. tiap tetes hujan yang turun, menusuk tajam, menyaingi belintan yang runcing. luka yang mengaga di dada diiris tanpa ampun, tak dibiarkannya mengering. sakit—aku dibuat melarat dan sekarat. ternyata, rindu lebih sadis dari panas matahari. teriknya tidak mampu membakar sisa-sisa kewarasan meski tak lagi dianggap ada. aku masih mencintainya. oh, tunggu. aku tidak menuntut apa-apa. ternyata, rindu lebih sendu dari langit orange ibu kota. aku menatap nanar bangku di sebelah kiriku, kosong. bahkan bayangmu enggan menyertai. pada rabu malam ini, rindu tidak memiliki arti. aku tidak lagi ditemani americano dingin dengan shot extra. cangkir ko...

Catatan untuk diri sendiri

kemarin malam seorang sahabat mengirim pesan melalui Whatsapp. Di tengah-tengah perbincangan kami mengenai rutinitas masing-masing, ia mengganti topik yang mungkin bagi kebanyakan orang akan terdengar naif. begini kira-kira perbincangan kami. "gue download aplikasi dating . ini bukan gue banget sih, tapi senang aja pas dapet yang match. " ujarnya sebagai kalimat pembuka perbincangan kami. "prinsip itu bisa dinamis. ia akan mengikuti dan menyesuaikan kebutuhan kita." ujarku. "gue gak mau sebenarnya, tapi gue terpaksa. Setelah gue pikir-pikir, gue belum butuh cowo banget." "terpaksa kenapa? intinya lakukan apa yang membuat lo senang.  Soal prinsip, dulu lo gak gunain aplikasi dating , karena lo belum butuh. sekarang mungkin lo gak sadar kalau lo butuh. Lagian kenapa dengan aplikasi itu? prinsip itu juga relatif, yang dipakai orang lain belum tentu sesuai sama yang dibutuhkan kita." "gue males aja mulai semuanya dari awal lagi....

Perihal Pulang

bila kau ditinggalkan, hatimu yang patah harus satu kembali untuk membangun lagi tanah kelahiran. bila kau dilepaskan, kadang-kadang ingatanmu sendiri yang harus jadi benteng pertahanan tentang sebuah nama dan kebaikan-kebaikan. bila kau tenggelam, buat lah kaki kurusmu menjadi tumpuan agar kau sanggup berenang dari kolam air mata kehilangan. bila kau putus asa, barang kali kau hanya butuh jeda, dari rindu yang tidak disapa. kau terlalu banyak bila, padahal mencintai tidak butuh tanda tanya, meski perasaanmu hanya dianggap bercanda. Journey of Healing, Day 17 Rabu, 11 Maret 2020