Posts

Showing posts from April, 2020

Puisi di Tengah Malam

sudah tiba waktunya, acuhmu tidak mengenal kata iba. saat itulah tubuhmu berlabuh ke arah yang salah. kau lupa cara mengucap sapa, sengaja memancing amarah, meniduri malam tanpa cinta, dan aku adalah si tolol karena tak bisa melihat tanda baca dari matamu yang berpura-pura. saat aku berdalih, yang tertinggal dibibirmu hanya sunyi. lalu aku harus belajar sendiri untuk tidak mengingat apa-apa lagi. sekadar foto kita di galeri, percakapan-percakapan mesra di memori, dan hubungan baik karena kau terlanjur benci. aku marah, jiwaku berdarah, namun kau tak kuasa, untuk memperbaiki segala, malah menyaksikan kumati perlahan-lahan tak bersisa. Journey of Healing, Day 23 Jakarta, 23 April 2020.

Percakapan-percakapan yang terekam diingatan

Pada suatu hari yang direncanakan, aku pergi bersamanya ke sebuah kawasan wisata di utara Jakarta. Kami duduk di pinggiran pantai, yang dibuat dengan semen menyerupai warna pasir, menghadap ke arah laut, melihat air, dan langit. Di depan kami anak-anak kecil sedang bermain. Ada yang membuat istana pasir, ada yang sedang mengubur diri mereka sendiri dengan pasir, ada yang bermain kejar-kejaran bersama ombak. Aku tidak ingat, kapan terakhir aku mengunjungi pantai. Mungkin satu tahun yang lalu, bisa jadi dua hingga tiga tahun yang lalu. Yang aku ingat, aku senang ia mau menemaniku berjumpa dengan angin pantai, memijak pasir, bercumbu dengan bau amis laut. Aku berkata kepadanya bahwa pantai seperti membawa kedamaian tersendiri bagiku. "A pa sebelumnya kau tidak dalam keadaan damai? " ia bertanya setelah menghembuskan uap dari vape yang ia pegang. Asapnya pelan-pelan menghilang, menyatu dengan alam. Aku tertawa mendengar pertanyaannya. "Tidak. Aku baik-baik saja....

Apa yang saya temukan di rumah?

Beberapa minggu yang lalu saya menemukan satu unggahan di Instagram dari akun milik Romansa Melankolia. Begini bunyinya : Apa yang kamu temukan di rumah? Sebenarnya, saya tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu, layaknya tugas-tugas dari dosen yang memiliki tenggat waktu untuk dikumpulkan. Tapi kalimat tersebut seperti punya sihir yang membuat siapa saja yang membaca untuk diam sejenak demi menemukan jawabannya, tanpa harus menulis di kolom komen unggahan. Saat itu, sudah dua bulan sejak Jakarta menerapkan PSBB karena pandemi, yang membuat saya atau kalian harus di rumah demi mencegah penularan virus. Bagi beberapa orang, di rumah adalah kesempatan untuk beristirahat, atau barangkali sebagai momentum untuk beres-beres, mengelap meja yang sudah penuh debu, bermain dengan kucing peliharaan, menyiram tanaman yang mulai layu, dan merasakan kembali kumpul-kumpul makan bersama keluarga karena sebelumnya terbiasa menghabiskan hari bersama tumpukan pekerjaan, dan macetnya Jaka...