Sajak-Sajak Tak Bertuan
01/
Malam dengan secangkir kopi
bayangan dirimu
wangi tubuhmu
senyum dibibirmu
juga sebuah pertanyaan
yang belum menemukan jawaban
kamu,
masihkah tak tahu perasaanku?
02/
Siang ini ada yang tercecer; ialah
rindu
dan masih berkeliat,
mengadili tanpa ingat
membuat hari-hariku larat,
rindu masih saja berani,
padahal jelas ia menyakiti
03/
Kau adalah pembunuh ulung
yang tak perlu pisau
untuk membinasakan rasa
cukup bersamanya
aku mati tak bersisa
04/
Rindu ini seharusnya tak menuntut
balas
sebab dia ikhlas
tidak seperti ego
yang berteriak-teriak
minta dipuaskan
05/
Aku gelebah, kekasih
tak tahu arah menuju jalan pulang
cepatlah kau datang
agar rinduku dapat beristirahat
dengan tenang
06/
Aku egois, bahkan terhadap diriku
sendiri
bersikukuh mencintaimu dalam diam
dan mengharapkanmu untuk paham
07/
Akhir-akhir ini aku suka makan malam,
kekasih
agar bunga tidurku tidak pernah lapar
08/
Ku panggil kau berulang-ulang
sebab rindu membutuhkan pelukan
09/
Jika perjalanan menujuku kau bertemu
banyak hati, singgahlah
aku tak keberatan jadi titik akhir,
tempat lelahmu bermuara
10/
Aku ingin mencintaimu dengan tenang
yang tak berteriak lantang
meski aku hanya jatuh sendirian
11/
Ini benar, kau tidak pernah cinta
tapi setidaknya
aku sudah jatuh cinta
pada perandaian tentang kita
12/
Bagianku usai sudah,
sampai jumpa, aku melepasmu dengan
lapang dada
Comments
Post a Comment