Segala Sesuatu Ada Waktunya



di sini sudah pukul sembilan malam
kopiku hampir habis
namun bacaan untuk ujian esok
tidak kunjung rampung 

ternyata rindu adalah malam-malam
dengan penuh kegelisahan
dan cinta hanyalah persoalan pengulangan
mencintaimu dengan bungkam
mendoakanmu dalam diam
mengharapkanmu untuk paham

ternyata cinta juga bisa 
begitu membosankan
sebab kau hanya datang
dalam bait-bait 
yang kendatinya 
tak pernah 
kau baca 

kekasih, 
aku tak mau memaksa
karena aku percaya
segala sesuatu ada waktunya

jika Tuhan bertamu
dan mengetuk pintu rumahku
menungguku mengucapkan pinta
akan kusampaikan
bahwa aku hanya ingin 
mencintaimu dengan merdeka
yang tidak lagi dijajah
rasa ingin bersama
sebab aku percaya
segala sesuatu ada waktunya

Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup