Tidak Menemukan Judul

Terkadang hidup kita bisa menjadi begitu sepi dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hati terasa lebih hangat. Seseorang yang bisa memberikan sapa bahkan sebelum matahari benar-benar beranjak dari tidurnya, sehingga semangat untuk menjalani hari. Seseorang yang bisa diajak bicara mengenai apa pun, yang lucu-lucu, yang serius hingga yang remeh-temeh, hingga seseorang yang bisa membuat kita jatuh cinta berkali-kali, berdecak kagum dan mensyukuri seolah itu berkat terindah. 

Adakala cinta menjadi kata yang asing, meski begitu sering menyentuh telinga dan mudah diucapkan oleh bibir.  

Memang, apa arti cinta yang sebenar-benarnya? mengapa manusia terkadang tak henti-hentinya mencari, dan menggantungkan kebahagiaan pada orang yang dicinta? Iya, benar tidak ada yang salah dari terus mengharapkan orang terbaik, tetapi sudah benarkah kita memprioritaskan fokus hidup kita untuk menemukan kekasih di atas segalanya? 

Apa yang aku dan kau punya? karena sering kali dalam prosesnya kau menaruh beban yang begitu berat pada cinta yang akhirnya kau temukan. Ingin diperhatikan, ingin ada tempat pulang, ingin ada teman berbicara dan ingin-ingin lainnya. Tuhan adalah simbol cinta, dan Ia setulus-tulusnya mengasihi  tanpa lebih dulu menerima.

Seringnya, kau dan aku terlalu sibuk menilai orang lain dengan standar yang kita punya.  Ingin memiliki orang lain yang setara dengan kita, meski hanya kita sendiri yang tahu seberapa akuratnya ukuran tersebut.  

Nyatanya, aku dan kau terlalu sering menuntut orang lain memberikan apa-apa yang nyatanya belum bisa aku dan kauberikan bahkan untuk diri kita sendiri.

Mari menyadari, mungkin perjalanan hidup kita bukan hanya untuk menemukan cinta, melainkan ada hal lain yang lebih besar dari itu. Yang berdampak besar justru karena kekuatan cinta yang kita miliki atas diri kita sendiri.

Perjalanan untuk menikmati kehidupaan saat ini dan belajar menjalani hari demi hari sebaik-baiknya diri ingin diakui dan dipandang orang lain. Perjalanan untuk menemukan orang-orang seru yang menginspirasi agar diri ini terus berubah menjadi lebih baik. Perjalanan untuk menemukan keinginan besar yang ingin dilakukan di masa depan. Menyadari bahwa hidup kita bukan untuk diri kita sendiri. Sekolah tinggi supaya memperkaya diri sendiri, menyetujui peraturan untuk kepentingan diri sendiri. Bukan untuk sesempit itu. Tetapi menyadari aku dan kau harus menjadi besar dan bernilai untuk banyak orang karena pekerjaan-pekerjaan kecil yang aku dan kau lakukan di masa mendatang.

Mungkin perjalanan kita saat ini bukan berfokus untuk mencari cinta saja, tetapi untuk lebih memahami diri kita sendiri. Menciptakan sosok yang berbeda dan meninggalkan semua masa lalu yang menjadi beban di pundak. Menghadirkan sosok baru dari diri kita sekarang, dan tidak menyalahkan masa lalu yang membentuknya. 

Belajar untuk menerima diri sendiri dan masa lalu yang mengikatnya.

Suatu saat kita akan melihat kebelakang dan menyadari, banyak hal baik yang menunggu di depan dan membuat kita bertanya-tanya sudah berapa banyak kesempatan yang aku dan kau buang demi mengejar satu hal yang memang belum menjadi milik kita sekarang?

Banyak hal-hal baik, pekerjaan-pekerjaan kecil yang menanti kita di depan, satu atau dua hal yang seharusnya menjadi prioritas tapi tidak aku dan kau tetapkan untuk memilihnya. Jangan terlalu dibuat susah, karena bisa saja dalam proses menujunya kau dan aku akan menemukan cinta yang selama ini membuat kita buta akan hal-hal lain di luar sana.







nb : Perenungan ini lahir karena bentuk  keresahan karena saya tidak kunjung menemukan. sibuk melihat dan terus mencari, seolah hidup semata-mata hanya untuk cinta. Tapi justru dengan kesendirian. saya kembali diingatkan akan kerinduan saya untuk berbagi dan menjadi bernilai buat orang lain. Bukan karena hal-hal besar yang saya lakukan, justru karena hal-hal kecil yang saya bagi dan membuat orang lain merasa berarti.

Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup