kali lain

Temu Kopi
diambil pada pukul 20:44

mungkin bukan sore ini
kali lain; dibalik langit hitam
dipersimpangan jalan
dibalik lekuk pelangi
dibalik bayang rambut perempuan
kali lain, kakimu yang telah ribuan malam
berhenti berpetualang, singgah, menjejaki rumah
pulang

mungkin bukan malam ini
kali berikutnya; sehabis pelita rumah kian redup
menyisakan lampu jalan, 
sesudah piring gelas selesai dicuci, dan 
pintu-pintu mulai dikunci
hatimu berhenti mendamba
berdiam di rumah
pulang

mungkin, bukan musim ini
kali seterusnya; bersama cangkir-cangkir kopi
lembar-lembar buku, 
musim berikutnya
kau tak perlu lagi berlari
dari riuhnya kota
dan pergi karena lengangnya desa

karena setelah yang sudah-sudah
akan ada yang menuntunmu pulang
kepada rumah untuk kau tinggal







nb : untuk kekasih, seperti kehidupan, cinta juga akan menemukan jalan

Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup