kamu dan hal-hal yang tidak pernah terjadi

pada hari-hari yang biasa
aku mengeluhkan pertemuan kita yang sebentar
menyesali waktu yang melerai kau dan aku
karena malam sudah mulai

pada hari-hari yang biasa
gelak kau dan aku masih jelas dalam ingatan
mata yang berbinar-binar
membuat hati berdebar-debar

pada hari-hari yang biasa
wajah kau dan aku kadang muram
karena harus berpisah
meski esok atau lusa sudah kembali bertukar cerita

pada hari-hari yang biasa
kau dan aku masih sama-sama berlari
untuk kemudian kau lupa cara kembali

atas kesedihan yang tidak pernah kurencanakan
aku dan kau begitu pandai menjadikannya perayaan
seperti pencuri di malam hari; sembunyi-sembunyi
aku mengerti, kau tidak pernah ada lagi

pada pagi yang semakin biasa-biasa
kita tidak lagi berada pada kisah yang sama
kau menolak berbagi tawa
dan ogah memikul lara bersama

setidaknya kita pernah belajar berbagi rasa
mengecap arti kata bermakna
meski pada akhirnya kau berkelana
dan menyisakan luka belaka



untuk kesekian kalinya, aku jatuh lagi
pada cinta yang tidak pernah bisa kumiliki


Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup