Tentang Kesedihan

Untuk kekasih,


kesalahan terbesarmu yang paling benar bagiku sekarang adalah, membiarkanku disiksa rindu dan kau tak ada. kupaksakan diriku menjadi robot yang tidak mengenal kata tidur. kuhukum diriku dengan hujan pekerjaan. kurelakan diriku menjadi bagian dari sunyi yang tidak terelakkan. kuberikan diriku menjadi bulan-bulanan perasaan.

aku telanjang.

semua orang mengasihani,

semua orang berempati,

semua orang meninggalkan.

kebenaran terbesarmu adalah meninggalkan aku sebagai sepi tanpa api di dapur yang tidak bisa lagi mengepulkan asap. kulakukan semua yang kubisa saat ini sayang, merasaimu lewat angin dan memandang jalan-jalan beraspal yang ditinggalkan bayang-bayang.

aku sakit. perlahan-lahan, patah dahan, patah pula kesabaran.
aku gila, perlahan-lahan, tertawa keras-keras, menangis dalam-dalam.
aku mati, perlahan-lahan, tidak punya keinginan, kehilangan harapan.

untuk kekasih,
bukan kau. bukan karena kau.
bisikku kepada diri sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup