Dia dan Saya
Kami bertengkar lalu berbaikan. Lalu kami baik-baik saja.
Saya yang lebih sering marah-marah. Dia yang minta cium.
Saya cerita dia mendengarkan. Saya bertanya, dia bernyanyi.
Saya lapar dia nyuapin. Dia lapar, saya minum kopi.
Dia ke rumah saya, saya ke rumahnya. Dia adalah rumah saya.
Dia nangis saya peluk. Dia peluk, soalnya saya yang minta.
Dia gemuk saya sayang. Dia kurus saya sayang.
Kami makan malam bareng-bareng. Lalu kami sama-sama masih kangen.
Saya kuliah dia ngechat. Dia rapat saya tidak ingin ditinggal.
Saya sedih dia selalu menghibur. Saya bahagia karena dia ada di hidup saya.
Saya baca buku dia bermain games. Dia olahraga saya tidak boleh ikut-ikutan.
Dia yang memulai. Dia yang mengakhiri.
Dia pergi. Tapi saya di sini.
Dia bahagia, semoga saya juga.
Saya sayang dia, oleh karena itu dia tidak pernah lepas dari doa-doa saya.
Journey of Healing, Day 2
Juni - November, 2019.
Saya yang lebih sering marah-marah. Dia yang minta cium.
Saya cerita dia mendengarkan. Saya bertanya, dia bernyanyi.
Saya lapar dia nyuapin. Dia lapar, saya minum kopi.
Dia ke rumah saya, saya ke rumahnya. Dia adalah rumah saya.
Dia nangis saya peluk. Dia peluk, soalnya saya yang minta.
Dia gemuk saya sayang. Dia kurus saya sayang.
Kami makan malam bareng-bareng. Lalu kami sama-sama masih kangen.
Saya kuliah dia ngechat. Dia rapat saya tidak ingin ditinggal.
Saya sedih dia selalu menghibur. Saya bahagia karena dia ada di hidup saya.
Saya baca buku dia bermain games. Dia olahraga saya tidak boleh ikut-ikutan.
Dia yang memulai. Dia yang mengakhiri.
Dia pergi. Tapi saya di sini.
Dia bahagia, semoga saya juga.
Saya sayang dia, oleh karena itu dia tidak pernah lepas dari doa-doa saya.
Journey of Healing, Day 2
Juni - November, 2019.
Comments
Post a Comment