Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.

tidak ada cerutu yang dibakar siang ini,
yang ada hanya matamu yang memerah seperti sulut api,
dan bibirku yang bergumul dengan banyak tetapi.

waktu yang seharusnya dinanti-nanti orang berdasi,
dihabiskan oleh kita yang saling berdebat,
bicara soal bibirmu yang sudah lama hilang.

lalu, aku menangis untuk pertama kalinya,
dan masih meratap bahkan ketika puisi ini kau baca.

kau dan aku kebingungan siapa yang seharusnya lebih lama tinggal,
kasih sayang atau rasa penasaran?

kau bilang
'untuk apa bersusah hati, padahal tidak ada yang berubah meski kita tidak lagi dalam satu kisah yang sama'

tapi lihat,
siapa yang justru beralih,
aku atau kau yang lari seperti pencuri?





Journey of Healing, Day 15
Jakarta, 18 Februari 2020.



Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup