Kepada diri sendiri
Seperti jungkat-jungkit
yang bergerak ke atas dan ke bawah,
layaknya korsel
yang berputar-putar di platform datar,
dan kursi
gantung yang berayun-ayun ke depan dan ke belakang,
Juli dibuat
dengan banyak rasa˗ ia mengajarkanmu berbahagia atas apa yang kau punya, di
satu sisi merampasnya kembali sehingga kau kehilangan kendali.
Sambil menangis
kau bertelut,
Sampai larut
kau membaca kidung-kidung.
Hendaklah,
hendaklah keyakinanmu kuat seperti akar yang mencakar tanah.
Yang lama kelamaan jari-jemarinya menjalar lebat,
membuatmu berdiri tegap meski angin
meniup keras.
Di antara yang tersisa,
kenakanlah seluruh perlengkapan senjata,
supaya kau kuat melawan tipu muslihat ˗
suara-suara yang bertengger di dalam pikiranmu yang jahat.
Berdirilah
tegap,
berikatpinggangkan
harapan dan berbajuzirahkan iman.
Berdirilah
teguh,
dengan kakimu
berkasutkan kerelaan
untuk
menjalani hidup yang seringkali di luar dugaan.
Dalam segala
keadaan,
pergunakanlah
perisai kasih,
sebab hanya
dengan berlandaskan itu, kau dapat memadamkan semua amarah.
Dan kenakanlah
ketopong hikmat juga pedang keberanian,
agar tak terombang-ambing jiwamu yang rentan,
dan tetap berlari meski kakimu terlanjur payah.
Berjaga-jagalah karena jalan masih panjang,
kesedihan masih ada namun masa depan tidak akan hilang.
Comments
Post a Comment