Sabtu

Sudah lama saya mengerti kalau waktu tidak punya kuasa untuk menyembuhkan dan kafe-kafe instagramable hanyalah akal-akalan korporasi yang tidak berniat membuat siapa pun menjadi lebih bahagia. Pikiran kelewat positif itu dimulai oleh orang-orang yang menganggap senja adalah waktu yang tepat untuk meratap yang seringnya lupa mandi dan malas bergerak.

Ibu saya di rumah juga tahu bahwa bahagia terdiri dari tiga persoalan yang tingkat kesulitannya jauh dibandingkan ujian akhir semesteran; merasa cukup, rendah hati, mengampuni. Selain itu, fakta yang sudah diuji kebenarannya: semangkok bakmi  berisi bakso dan dikunyah dengan kerupuk pangsit punya kuasa menyembuhkan hati yang kekurangan asupan cairan empedu. Bukan waktu apalagi interior minimalist modern. Fakta lainnya yang harus dirayakan semeriah Daud yang kerasukan hingga menari-menari dan bermain kecapi: sepiring nasi hangat, dada ayam yang empuk, kulit ayam yang asin dan garing, cabai hijau, dan sebotol air dingin terbukti memancing percakapan bahkan bagi mereka yang sudah lama berpuasa dalam berbasa-basi.

Setelah semangkok bakmi dan kulit ayam saya meneguk kenangan untuk menghambat angan-angan. Fakta yang belum diperiksa: apakah cinta satu-satunya hal yang bisa membuat dunia berputar?


Comments

Popular posts from this blog

[Ulasan Buku] - Museum Teman Baik

Barangkali

Memaknai Hidup