Empat Sore di Ruang Tamu
Pada Sabtu sore di ruang tamu keluarga, mama sedang minum kopi hitam dengan biskuit kaleng untuk hari natal yang ia beli dari temannya. Di sampingnya ada radio tua yang usianya mungkin menyamai usiaku. Radio usang itu sedang memperdengarkan lagu yang tak kuketahui penyanyinya. Aku duduk menghampiri mama, dan mengganggunya dengan sebuah pertanyaan "Mama, apakah biji-biji kopi mampu menghibur mereka yang sedang bersusah hati?" mama menjawab dengan menceritakan bahwa dulu opung membesarkan mama dan saudara-saudaranya dengan biji kopi hasil menanam, merajut siang dengan kepulan asap cairan hitam. aku bertanya lagi, "apakah petikan gitar, bunyi seruling dan kecapi dapat menjadi babi-babi bagi mereka yang perutnya lapar?" mama menjawab, manusia tidak hidup dari apa yang masuk ke dalam mulutnya saja. aku belum berhenti, dan masih bertanya lagi "apakah baju dan celana mampu membungkus mereka yang jiwanya sedang berputus asa?" mama menjawab, setidak-ti...