Posts

Showing posts from January, 2019

mengakhiri januari

kekasih, sebentar lagi januari akan pergi akan kuceritakan sedikit rahasia bahwa ada kesedihan disepanjang senja dan luka yang kembali menganga jika kelak kau angkat kaki biarkan aku tertidur diarus matamu yang kini telah reda

catatan lama

kalau kau ingin bercerita tentang apa saja kau punya nomorku juga punya media sosialku pasti akan kubalas sesegera yang kubisa kalau kau sedang ragu barang kali untuk hal-hal kecil sesederhana baju yang cocok untuk kau pakai kau bisa menanyakannya kepadaku kau tahu, aku selalu menunggu momen-momen kau mempertimbangkan pendapatku bukan, jangan salah mengartikan aku bukan ingin dilihat, bukan untuk membuat mu tercengang pada pemikiran-pemikiranku aku di sini hanya untuk sementara hanya kadang-kadang, ketika kau membutuhkan aku tak mau terbuai angan karena kau tak punya jawaban kalau kau ingin bantuanku apa saja, katakan saja aku akan sediakan pikiran dan tenagaku untuk membantumu jika tidak memperbaiki apa pun, setidaknya aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja kalau dia yang disampingmu membuatmu terluka kau hanya perlu menengok ke belakang ada aku, bukan untuk mengulurkan tangan agar kau melepasnya tapi a...

kali lain

Image
Temu Kopi diambil pada pukul 20:44 mungkin bukan sore ini kali lain; dibalik langit hitam dipersimpangan jalan dibalik lekuk pelangi dibalik bayang rambut perempuan kali lain, kakimu yang telah ribuan malam berhenti berpetualang, singgah, menjejaki rumah pulang mungkin bukan malam ini kali berikutnya; sehabis pelita rumah kian redup menyisakan lampu jalan,  sesudah piring gelas selesai dicuci, dan  pintu-pintu mulai dikunci hatimu berhenti mendamba berdiam di rumah pulang mungkin, bukan musim ini kali seterusnya; bersama cangkir-cangkir kopi lembar-lembar buku,  musim berikutnya kau tak perlu lagi berlari dari riuhnya kota dan pergi karena lengangnya desa karena setelah yang sudah-sudah akan ada yang menuntunmu pulang kepada rumah untuk kau tinggal nb : untuk kekasih, seperti kehidupan, cinta juga akan menemukan jalan

Mengapa Kedai Kopi?

Image
Pada beberapa kesempatan, saya mendengar penilaian tentang diri saya yang cukup mengagetkan. Orang yang belum mengenal saya dan mengobsevasi saya melalui instagram selalu bertanya-tanya mengapa saya begitu suka pergi ke kedai  kopi. Tidak jarang juga orang lain berpendapat bahwa saya adalah orang yang gaul, kekinian, yang setiap minggunya pergi, dari satu café ke café lainnya dengan tujuan sekadar mengambil foto atau untuk keperluan konten instagram belaka. Padahal jauh diluar itu semua, saya memiliki alasan khusus yang mungkin tidak terima bagi sebagian orang. Saya sudah bergerilya dari satu kedai kopi ke kedai kopi lain sejak tahun 2014. Ketertarikan saya terhadap minuman hitam pekat ini, sebenarnya dimulai dari kebiasaan bapak yang dulu sering menyuruh saya ikut minum kopi yang ia buat sendiri. Mama sebenarnya juga seorang peminum kopi garis keras, yang selalu mengaku pusing jika tiap harinya belum menyeduh minuman itu. Kopi yang biasa diminum mereka hanyalah kopi bubuk yang ...

sajak-sajak keresahan.

Menyebalkan sekali memiliki kegelisahan dan keresahan yang tidak tahu siapa yang menyebabkannya. Hmm atau sebenarnya tahu tapi menyangkal faktanya? Maka dari kegelisahan, lahirlah catatan sebagai tempat untuk menyalurkan yang belum dan seharusnya tidak tersampaikan. 01/ yang aku tahu jatuh cinta adalah persoalan tanggal kedatangan  dan juga kepergian tapi nyatanya kau tetap tinggal sebagai percakapan  yang tak bisa  kukendalikan                          02/ tidak banyak yang kusuka dari dirimu cukup keberadaanmu disampingku 03/ malamku dipenuhi uring karena kau hanya sebatas mungkin meski tulus yang paling kuingin agar kita tidak saling berpaling 04/ kebahagiaan adalah mendengar tawamu yang renyah kesedihan adalah orang lain dibalik semuanya padamu aku mendapat semuanya padamu aku tak bisa memilih salah satun...

catatan saat hujan

Image
aku ingin mencintaimu dan duduk lebih lama tapi ketidakpercayaan dan kekuranganku adalah noda yang tidak  ingin kutunjukan. aku ingin mencintaimu dan tinggal lebih lama tapi kerisauan, keraguan  dan pertahananmu adalah gelombang yang tak bisa kukendalikan pada akhirnya  aku hanyalah manusia yang harus berlapang dada karena kau dan aku tidak dilukis dalam satu kisah yang sama

Luka

Aku tidak pernah berpikir  untuk mencintaimu walau hanya sekejap tapi yang terjadi  justru sebaliknya aku mencintaimu walau tidak sejak kali pertama kita bertemu ketika kau masuk  ke dalam hidupku mengusik segala rutinitasku mengisi hari-hariku bahkan mencoba merobohkan benteng yang kubuat karena terikat masa lalu aku tahu aku telah lepas dari bayang-bayang semu tapi mencintaimu  bukanlah ujung  dari kebahagiaan justru awal  dari segala kepahitan luka, patah hati karena ketika aku merasa akhirnya bisa jatuh cinta lagi kau tiba-tiba saja pergi.

Memaknai Hidup

Beberapa hari ini saya digelisahkan oleh hal yang sebenarnya sudah lama bertengger dikepala, tapi enggan untuk saya cari dan temukan jawabannya. Perihal makna hidup. Saat ini saya sedang dalam masa liburan semester kuliah. Untuk mengisi waktu, saya memilih berdiam di rumah, bersitirahat, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki kuliah yang saya yakin semakin berat tantangannya.  Di sela-selanya, saya juga bertemu dengan teman-teman kuliah, karena kebanyakan teman-teman SMP dan SMA saya masih dalam masa ujian akhir dan bahkan sebagian sudah sibuk dengan tugas akhir sebagai syarat kelulusan universitas. Setiap bertemu dengan mereka kami terlibat dalam pembicaraan seputar apa yang sedang kami kerjakan di tengah-tengah liburan semester yang tergolong sebentar ini. Satu teman saya sedang dalam masa magang, satu teman lainnya sedang mengurusi kepanitiaan besar di fakultas, teman saya yang lain sedang pkl, dan sebagai-sebagainya.  Saya menyadari, selama pertemuan saya lebih ban...

Mimpi Buruk

aku terlalu banyak ingin  dari cinta yang tak mampu kau beri dan ketika hendak kudekap justru ia habis terburai tuliskanlah yang tak mampu kau utarakan katakanlah yang kau sembunyi-sembunyikan isak yang terus mengalir oleh mataku yang tak lagi bernyawa di malam kau menyuruhku pergi tapi itu hanya mimpi yang dingin aku tak mau menghadapi malam-malam semacam itu tak bisa tak mau lagi jangan memintaku pergi, kekasih dan menyuruhku bersembunyi  dibalik puisi nyeri  yang tidak akan kau baca hingga pikiranku lelah dimangsa tembang yang takkan membawaku ke mana-mana aku akan menangis hingga ibu bersusah hati kaka ikut terbawa emosi teman tergerus perasaan pedih hingga aku mendengarmu bernyanyi mengusir pilu setelah kejadian itu berjalan lah di sampingku sebagai kemungkinan yang tak mau kudefinisi jangan lari daripadaku atau aku akan melayang bersama mimpi buruk ini

Menjadi Lebih Baik

Malam ini saya baru saja menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara saya dan teman saya. Dia adalah teman baru yang cukup unik dan sangat kontras dengan saya perihal kepribadian. Saya ekpresif, dia cenderung menyimpan semuanya sendirian. Saya sangat frontal dalam mengungkapkan perasaan saya, dan dia bukan lah seorang verbal. Jika kalian bertanya mengapa kami bisa berteman, hey bukankah pertemanan terjadi tanpa direncanakan? Beberapa waktu silam kami sepakat untuk bertemu di satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan pada Jumat ini. Kami berjanji untuk bertemu pukul empat sore. Tetapi karena ada urusan mendadak ia bilang akan datang terlambat. Saat mendapat pesan tersebut saya sudah berada di jalan menuju lokasi, dan akhirnya memutuskan untuk mampir ke kedai kopi saja yang dekat dengan lokasi tujuan sambil menunggu kepastian darinya. Hampir tiga jam saya menuggu tanpa kabar. Untung saja saya selalu membawa buku ke mana pun saya pergi. Jadi setidaknya untuk urusan tun...